yuk diagnosa kesehatan keuangan

Yuk Diagnosa Kesehatan Keuanganmu

Materi ini saya dapatkan saat mengikuti online training beberapa waktu lalu yang dibawakan oleh Ibu Mutiara Salman, seorang trainer dengan gelar CFP (Certified Financial Planner). Anda bisa follow IG nya @mutiarasalman. Ibu Mutiara ini memiliki pengalaman 17 tahun di Bank Niaga. Saat ini sedang menempuh jenjang studi Master di FT UI.

Kondisi kesehatan keuangan setiap orang tidaklah sama. Setiap orang memiliki penghasilan dan pengeluran berbeda-beda. Tetapi hal tersebut dapat disederhakan dengan sebuah standar agar kondisi kesehatan keuangan selalu terjaga.

Berikut adalah rumus simpel untuk mendiagnosa kesehatan keuangan Anda.

Mari kita kupas satu per satu ya.

Utang maksimal 30%

Angka 30% adalah standar maksimal ya, bukan minimal. Jika penghasilan Anda 9 juta, maka maksimal cicilan hutang adalah 3 juta, jangan lebih dari itu. Di dunia perbankan dikenal istilah Cash Ratio, yaitu batas maksimal cicilan angsuran yang diperbolehkan untuk nasabah yang akan mengajukan pinjaman/kredit, biasanya angka maksimalnya adalah 40% dari pendapatan utama. Batasi utang Anda, tunda keinginan Anda. Sebelumnya saya juga sudah menulis tentang panduan ngutang yang baik dan benar, Anda dapat membacanya disini.

Menabung + Investasi minimal 10%

Seberapapun penghasilan Anda, maka wajibkan diri Anda untuk selalu menyisihkan sebagiannya untuk investasi dan tabungan. Minimal 10%, lebih banyak lebih baik. Anda bisa mengalokasikan pada berbagai instrument investasi yang menurut Anda aman dan menguntungkan seperti tabungan, deposito, sukuk, emas dan lainnya. Anda dapat membaca ulasan saya tentang jenis investasi yang aman dan menguntungkan disini.

Pengeluaran rutin maksimal 60%

Yang dimaksud pengeluaran rutin disini adalah pengeluaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari yaitu konsumsi, listrik, air, BBM dan lain-lain. Akan lebih baik jika Anda berhemat. Kurangi kebutuhan pokok yang dirasa memakan banyak biaya. Berbagai langkah untuk berhemat diantaranya seperti mematikan kipas atau lampu ketika tidak digunakan, mencabut colokan listrik yang tidak terpakai, mematikan TV yang tidak ditonton, menghemat penggunakan pulsa dan kuota internet, bike to work dan lain-lain.

Life Style maksimal 20%

Life style contohnya adalah liburan, nonton bioskop, membeli buku, membeli alat olahraga, membeli pakaian baru dan lain-lain. Meskipun tergolong kebutuhan sekunder bahkan tersier, kebutuhan life style ini diperlukan agar kehidupan kita balance.

Zakat & Sedekah minimal 2,5%

Ingat akhirat ya gaes, hidup gak cuma di dunia. Orang-orang kaya di dunia ini adalah penggila sedekah. Silakan Anda cari sendiri kegiatan filantropi mereka, ada banyak sekali cerita kedermawanan mereka. Mereka yakin bahwa apa yang mereka dermakan pasti akan kembali dalam bentuk yang lebih baik dan lebih banyak. Angka 2,5% itu angka minimal ya, lebih banyak lebih baik. Syukur bisa 10% atau bahkan 50%. Dunia dapet, akhirat dapet.

Oya, ada link yang bisa Anda coba untuk mendiagnosa kesehatan keuangan Anda dalam bentuk simulasi. Silakan klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.